Klopp

Juergen Klopp, The Normal One

Juergen Klopp mengaku dirinya adalah orang biasa. Sebagai “The Normal One“, manajer baru Liverpool itu tak ingin membandingkan dirinya dengan manajer-manajer hebat The Reds di masa lalu.

Dalam konferensi pers pertamanya sebagai manajer Liverpool, Klopp menolak dibandingkan dengan manajer-manajer legendaris seperti Bill Shankly dan Bob Paisley, yang dia sebut sebagai orang-orang genius.

“Saya tak ingin menggambarkan diri saya,” ucap Klopp seperti dikutip The Guardian.

“Apakah ada orang di ruangan ini yang berpikir saya bisa melakukan keajaiban? Tidak. Saya orang biasa. Saya datang dari Black Forest. Ibu saya mungkin duduk di rumah sekarang dan menonton ini, tidak memahami apa yang sedang saya katakan tapi dia sangat bangga,” imbuhnya.

“Saya adalah Normal One. Saya dulu pemain yang sangat biasa, lalu jadi manajer di Jerman di sebuah klub spesial, Mainz, kemudian saya punya kesempatan bagus untuk melatih Dortmund, sebuah klub spesial, selama tujuh tahun,” lanjut Klopp.

“Saya tidak membandingkan diri saya dengan manajer-manajer genius dari masa lalu itu. Tak satu pun manajer hebat itu mengatakan dalam konferensi pers pertamanya bahwa target mereka adalah ingin jadi legenda. Klub ini besar karena banyak keputusan bagus di masa lalu. Mereka punya pemain-pemain bagus, pemain-pemain brilian, tapi kami harus bekerja di masa sekarang,” kata pria berusia 48 tahun itu.

Klopp menjadi manajer Liverpool untuk menggantikan Brendan Rodgers yang dipecat beberapa hari lalu. Dia dikontrak The Reds selama tiga tahun. Tugas pertamanya adalah memimpin tim pada laga tandang melawan Tottenham Hotspur, 17 Oktober mendatang.